Monday, July 28, 2008

Tangis Anak


Tangis anak bukan sekedar jeritan
Tangis anak adalah ketidak berdayaan jiwa Mengungkapkan rasa dahaga
Adalah ketidakmampuan raga menggapapai asa
Adalah ketidakbisaan tubuh mengekspresikan rasa

Tangis anak bukan sekedar kebisingan
Jangan disikapi kesal, ketika letih mendera
Jangan dianggap beban, ketika peluh bercucuran
Jangan direspon amarah ketika emosi melanda
Jangan biarkan, tangis anak adalah saatnya
Kelembutan menyentuh jiwanya

Jangan biarkan, tangis anak adalah waktunya Belaian sayang merambah tubuhnya

Tangis anak bukan sekedar kegaduhan
Bila tangis anak memekakkan gendang telinga
Segera tunda apapun gerak yang kamu lakukan
Segera henti apapun nikmat yang kamu alami
Segera akhiri apapun kepentingan duniawi yang kamu tunaikan

Jangan biarkan, tangis anak adalah waktunya perhatian segera ditumpahkan

Tangis anak bukan sekedar lengkingan
Tangis anak adalah kejujuran alami yang tidak bisa dibohongi
Suara itu adalah saatnya dahaga harus dibasahi
Desahan itu adalah waktunya dekapan hangat diberikan
Teriakan itu adalah saatnya kenyamanan harus terpenuhi

TANGIS ANAK ADALAH HAK ANAK YANG PALING SEDERHANA
BILA KAMU PUNGKIRI,
BAGAIMANA MUNGKIN KAMU BISA MEMENUHI HAK ANAK LAINNYA




***************************************************

ANAK ADALAH SEBUAH SIMFONI YANG MENAKJUBKAN

YANG HARUS DIDENDANGKAN DENGAN SYAHDU SAAT SEDANG KELABU

YANG HARUS DIMAINKAN DENGAN INDAH SAAT SEDANG LARA

YANG HARUS DIKUMANDANGKAN DENGAN SEMANGAT SAAT SEDANG MEREDUP

ANAK ADALAH SEBUAH SENI YANG SEDANG HIDUP
***************************************************
Maafkan ibu andai terkasar, ampunkan ibu andai pernah menyakitkan mu

3 comments:

Marcia Marchi said...

tersentuh hati membaca ni...

Fahidayati Ramli said...

ya ampun... sungguh syahdu sekali!!! mampu menitiskan airmata... best betulll!!!

Sue said...

both of u r rite! memang tersentuh hati.. lepas jmp puisi ni n post entry ni, rasa insaf tiap kali anak merengek.. harus di tinggalkan tiap apa jua dilakukan utk memujuk kembali..kan?